Selain kolaborasi berbagai pihak, tutur Kang Emil, pemerintah pusat diharapkan menjamin suplai vaksin Covid-19 untuk Jabar. Sebab, untuk mengejar herd immunity pada Januari 2022, vaksinasi harus dilakukan kepada 37 juta warga atau 70 persen dari total penduduk Jabar yang mencapai 50 juta jiwa.
"Jabar provinsi yang risikonya paling besar karena jumlah penduduknya paling banyak. Kami masih terus meminta pemerintah pusat untuk menambah vaksin Jabar sesuai proporsinya," tutur Gubernur Jabar.
Vaksinasi bagi 37 juta warga yang harus tuntas pada Desember 2021, kata Kang Emil, Jabar membutuhkan 75 juta dosis vaksin. Bila dihitung rata-rata, Jabar membutuhkan 15 juta dosis vaksin per bulan.
"Sebanyak 75 juta dosis vaksin yang dibutuhkan sampai Desember 2021 atau 15 juta dosis per bulan atau 400-500.000 dosis vaksinasi per hari," ucap Kang Emil.
Untuk mempercepat vaksinasi, ujar dia, Jabar juga akan menerapakan konsep 3 in 1 dalam vaksinasi anak usia 12-17 tahun. Artinya, satu orang anak bisa membawa kedua orang tuanya yang akan sekaligus divaksin.
Penyelenggaraan vaksinasi bagi kelompok usia 12-17 tahun difokuskan di sekolah. "Usia 12-17 tahun akan kita push di sekolah dengan konsep 3 in 1. Satu anak bawa dua orang tuanya, termasuk untuk ibu hamil kita atur tempatnya yang lebih nyaman," ujarnya.
Kang Emil menambahkan, jika sesuai rencana, target vaksinasi 400.000 dosis per hari di Jabar akan terjadi pada 28 Agustus 2021. "Nanti tanggal 28 Agustus 2021, menurut teori, kita 400.000 per harinya akan pecah rekor di tanggal itu," tutur Kang Emil. agung bakti sarasa