Warga berteriak histeris. Mereka membawa korban ke rumah sakit menggunakan mobil pikap. Sedangkan, kaca belakang angkot berwarna biru muda yang menabrak korban, pecah.
Sang anak telah dimakamkam di tempat permakaman umum (TPU) tak jauh dari tempat tinggalnya. Sedangkan kondisi Reni, ibu hamil, membaik. Namun, tetap harus menjalani penanganan medis khusus karena sedang hamil dan kaki kirinya patah.
"Keluarga korban, meminta keluarga sopir dan pemilik mobil memiliki itikad baik. Kita bicara dengan baik di sini. Pelaku (sopir angkot) dihukum seberat-beratnya," kata Yana Sumarno, keluarga korban.
Sementara itu, Kanit Penagakan Hukum (Gakkum) Satlantas Polresta Bandung AKP Zazid mengatakan, kronologi kejadian, angkot yang dikendarai sopir V, melaju dengan kecepatan sedang dari arah Ciherang Banjaran menuju Bojongkunci.
Sopir diduga tidak mampu mengendalikan kendaraannya sehingga ban kiri depan terperosok ke parit. Saat bersamaan melintas Daihatsu Sigra sehingga terserempet oleh angkot.
Kemudian, sopir angkot tancap gas sehingga menabrak dua pejalan kaki, Reni dan putranya MH. Seusai kejadian, sopir angkot yang menabrak kedua korban telah diamankan oleh petugas Satlantas Polresta Bandung.
Saat ini, sopir tersebut dalam pemeriksaan intensif petugas. "Angkot maut yang merenggut nyawa balita berusia 4 tahun tersebut pun dibawa ke Mapolresta Bandung," kata Kanit Gakkum Satlantas Polresta Bandung, Rabu (1/3/2023).