"Saya sedih, istri saya juga terus menangis, saya memohon dan meminta petunjuk kepada yang di atas semoga cepat ditemukan," ujar Rudi Haryadi.
Menurut Rudy, kendati anaknya tidak ditemukan di sekitar kubangan galian pasir, keluarga masih tetap akan berusaha mencari. Pencarian dilakukan ke bebetapa titik aliran sungai, ke lingkungan kampung tetangga dengan berbekal petunjuk dari semua masyarakat.
Sejauh ini, tutur dia, anaknya itu tidak pernah main atau pergi jauh sampai ke wilayah lain. Apalagi selama ini korban yang diketahui memiliki kekurangan dan tidak bisa bicara juga sangat takut ketika kondisi di lingkungan gelap atau ramai.
"Sebagai orang tua saya berharap apapun kondisinya nanti, anak saya bisa ditemukan segera. Saya juga minta kepada petugas pencarian jangan dihentikan selama belum diketemukan," tuturnya.
Diberitakan sebelumnya, pada Minggu (13/3/2022) subuh sekitar pukul 04.00 WIB, anak pertama dari dua bersaudara itu dilaporkan hilang sehingga dilakukan pencarian oleh keluarga dan dibantu warga.
Sekitar pukul 06.00 WIB, ditemukan sandal dan jejak kaki korban di pinggir kubangan galian pasir. Sehingga, Kalandra Sejza sempat diduga tenggelam di kubangan galian pasir tersebut.