“Di sini mau lihat ke bawah tahunya udah besar apinya mau ngerapiin susah, kejadiannya pagi. Posisi saya lagi di atas di sini, ada orang stand by jam lima subuh melihat api di sini terus lari ke sana. Apinya kan sudah besar, dikira hanya satu dua motor tahunya udah banyak yang meledak, udah pada panik,” ujarnya, Senin (19/1/2026).
Petugas pemadam kebakaran Kota Bogor mengerahkan 7 unit mobil damkar ke lokasi. Api berhasil dipadamkan setelah sekitar 30 menit proses pemadaman dan dilanjutkan dengan pendinginan.
Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bogor, Theofillo Fatrocinio, mengatakan laporan kebakaran diterima dari pengelola parkir setempat.
“Kita dapat laporan dari pengelola parkir di jalan mayor oking ini bahwa terjadi kebakaran kita langsung menuju lokasi saat ini penanganan terkendali. Posisi motor yang terbakar ada 10 motor dan 9 motor meleleh yang terdampak. Posisinya jam kerja perjuangan ke lokasi sungguh luar biasa tapi teratasi hingga tidak merembet ke yang lain,” katanya.
Dari hasil pemeriksaan sementara, penyebab kebakaran parkiran di depan Stasiun Bogor diduga akibat korsleting listrik pada salah satu sepeda motor.
“Penyebab yang kita dapat di lokasi ada indikasi motor yang sensornya konslet berbunyi terus asal mula ada apinya. Penanganan setengah jam sekarang pendinginan,” ucapnya.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kebakaran tersebut mengakibatkan kerugian material ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. Saat ini, kasus kebakaran masih ditangani oleh pihak kepolisian setempat untuk penyelidikan lebih lanjut.