“Kita sudah salah dari awal tata ruangnya, harus dibenahi berulang-ulang saya katakan. Daerah seperti ini tidak layak jadi kebun sayur, layaknya jadi hutan bambu,” katanya.
Menurutnya, kesalahan tata ruang yang dibiarkan bertahun-tahun memperbesar risiko bencana di wilayah rawan longsor.
“Kita sudah lama membangun tanpa mitigasi bencana. Sejak awal tata ruangnya salah,” ucapnya.
Sementara itu, hingga Sabtu sore, tim SAR gabungan yang terdiri atas unsur pemerintah daerah, TNI, Polri, serta relawan masih fokus melakukan pencarian korban di area longsoran. Dalam kejadian longsor Cisarua Bandung Barat ini, total 8 korban telah berhasil ditemukan dalam kondisi tewas, sementara sejumlah warga lainnya diduga masih tertimbun longsor.
Proses pencarian terus dilakukan dengan mempertimbangkan faktor keselamatan petugas, mengingat kondisi tanah di lokasi masih labil dan berpotensi terjadi longsor susulan.