WNI yang hadir, mereka rata-rata adalah PMI ini sebagian berasal dari Taichung, Changhua, Kaohsiung, hingga Pingtung.
Kepala KDEI Taipei juga mengimbau kepada para PMI agar senantiasa mematuhi peraturan yang berlaku di Taiwan. “Apabila ada permasalahan ketenagakerjaan mohon dapat mengadu ke saluran resmi yang disediakan Pemerintah karena kalian di sini tidak sendiri. Jangan pernah kabur,” katanya.
PMI yang melakukan proses pengurusan paspor menyatakan sangat terbantu dengan program layanan keliling dari KDEI Taipei.
“Saya hari ini mengurus paspor secara mandiri karena agensi minta biaya NTD.5.000, saya merasa keberatan, jadi saya putuskan urus sendiri,” ujar Lina Nurliyani, PMI asal Indramayu, Jawa Barat.
PMI lainnya, Hariyani, menyatakan pengurusan paspor secara mandiri sangat praktis. “Biayanya lebih murah, gampang, dan prosesnya nggak lama,” kata PMI asal Cilacap, Jawa Tengah, yang bekerja di Changhua.
Sementara itu, menurut Puji Astuti, dengan mengurus paspor secara mandiri, dirinya bisa berhemat banyak. “Agensi minta biaya NTD.6.000, akhirnya saya urus mandiri, hanya keluar biaya NTD.800,” tandas PMI yang bekerja di Taichung dan berasal dari Ngawi, Jawa Timur.
Selain pengurusan paspor, dalam layanan keliling ini juga diadakan sosialisasi ketenagakerjaan di hadapan para PMI (*).