Kasus Pemerkosaan Belasan Santriwati di Bandung, LPSK Menduga Ada Motif Eksploitasi Ekonomi

Agus Warsudi
Dua foto terdakwa ustaz HW, pemerkosa belasan santriwati di Bandung yang bereda ri WhatsaApp. (Foto: ISTIMEWA)

BANDUNG, iNews.id - Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) RI menduga ada ekploitasi ekonomi dalam kasus pencabulan belasan anak santriwati pesantren yang dicabuli ustaz HW di Bandung. LPSK mengungkap, bayi yang lahir dari hasil pemerkosaan itu, dianggap pelaku sebagai anak yatim piatu.

"Fakta persidangan mengungkap bahwa anak-anak yang dilahirkan oleh para korban diakui sebagai anak yatim piatu dan dijadikan alat oleh pelaku untuk meminta dana kepada sejumlah pihak. Dana Program Indonesia Pintar (PIP) untuk para korban juga diambil," Wakil Ketua LPSK RI Livia Istania DF Iskandar melalui rilis resmi, yang diterima wartawan pada Kamis (9/12/2021).

Dalam rilis itu tertulis, salah satu saksi persidangan memberikan keterangan bahwa pesantren yang dipimpin ustaz HW juga mendapatkan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Namun penggunaan dana BOS itu, tidak jelas. 

Beberapa santri pun, dijadikan kuli bangunan, untuk membangun gedung pesantren. "Serta para korban dipaksa dan dipekerjakan sebagai kuli bangunan saat membangun gedung pesantren di daerah Cibiru (Kota Bandung)," tulis rilis resmi LPSK. 

LPSK mendorong Polda Jabar untuk melakukan penyelidikan terkait dugaan motif ekonomi pelaku ustaz HW berdasarkan keterangan saksi dan fakta dalam persidangan tersebut. 

Editor : Agus Warsudi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Rumah Ini Lokasi Ustaz HW Memperkosa Belasan Santriwati Pesantren di Bandung

57 tahun lalu

Total 9 Bayi Lahir dari Santriwati Korban Pemerkosaan Ustaz Pesantren di Bandung

57 tahun lalu

Ustaz HW Perkosa 12 Santriwati di Bandung Terancam Kebiri? Ini Kata Plt Aspidum Kejati Jabar

57 tahun lalu

Ini Tampang Ustaz HW Pemerkosa Belasan Santriwati Pesantren di Bandung

57 tahun lalu

Ustaz Perkosa Belasan Santriwati di Pesantren, Apartemen, dan Hotel Bandung

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal