Kasus LSD Pertama Muncul di KBB, Sapi Perah di Lembang Terpaksa Dipotong

Adi Haryanto
Sapi yang terpapar penyakit Lumpy Skin Disease (LSD) di Lembang, KBB, terpaksa dipotong dengan syarat dan langsung dikuburkan agar virusnya tidak menular ke ternak yang lain. (Foto: Istimewa)

Menurutnya, guna pencegahan penularan kepada sapi lainnya sudah ada beberapa sapi lainnya yang dilaksanakan pemotongan bersyarat. Sapi yang dipotong itu kemudian mendapat penggantian dari KPSBU Lembang, karena pemiliknya terdaftar sebagai anggota koperasi tersebut.

Daging sapi yang positif terkena LSD sebenarnya relatif masih aman untuk dikonsumsi. Namun dengan berbagai pertimbangan dan menghindari hal-hal yang tidak diinginkan akhirnya langsung dikuburkan. Sapi yang terkena LSD itu berjenis kelamin betina dan sudah berusia sembilan tahun. 

"Jadi berdasarkan anamnese sapi mengalami demam, tidak nafsu makan dan muncul bentol-bentol. Hasil pemeriksaan klinis dan pemeriksaan laboratorium, positif LSD," katanya.

Editor : Asep Supiandi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Penyakit LSD Ancam Ternak Sapi Perah, KBB Butuh 100.000 Dosis Vaksin

57 tahun lalu

Dampak Kemarau, Pakan Sapi Perah Sulit Didapat, Produksi Susu Pangalengan Turun 50 Persen

57 tahun lalu

Wamentan Harvick Dukung Impor Sapi Perah demi Peningkatan Produksi Susu Nasional

57 tahun lalu

3 Daerah Penghasil Susu Sapi Terbesar di Jawa Barat, dari Bandung hingga Garut

57 tahun lalu

Sejarah Bandung Penghasil Susu Sapi Favorit Orang Belanda, Eksis sejak Awal Abad 20

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal