Kasus Konvoi Khilafah, BNPT Sebut Khilafatul Muslimin Bahayanya Sama dengan HTI, NII dan ISIS

Agus Warsudi
Antara
Para pelaku konvoi yang mengampanyekan sistem khilafah. (FOTO: tangkapan layar video viral)

Baraja disebut telah mengalami 2 kali penahanan, pertama, pada Januari 1979 dan ditahan selama 3 tahun. Kemudian ditangkap dan ditahan kembali selama 13 tahun, berhubungan dengan kasus bom di Jawa Timur dan Borobudur pada awal tahun 1985.

Ketiga, dampak ideologis, yakni gerakan ini memiliki cita-cita ideologi perubahan sistem sangat rentan bermetamorfosa dalam gerakan teror.

"Lihatlah kasus penangkapan NAS tersangka teroris di Bekasi yang ditemukan di kontrakannya kardus berisi Khilafatul Muslimin dan logo bordir Khilafatul Muslimin," tutur Nurwakhid.

Selain itu gerakan Khilafatul Muslimin mudah berafiliasi dengan jaringan kelompok teror seperti ISIS. Menurut dia pada masa kejayaan ISIS di tahun 2015, Rohan Gunaratna peneliti terorisme dari Singapura menggolongkan Khilafatul Muslimin telah berbaiat kepada ISIS.

Terkait masalah ini, Nurwakhid memaparkan BNPT telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan Forkopimda di seluruh wilayah untuk mewaspadai gerakan ini karena bertentangan dengan falsafah bangsa dan berpotensi melahirkan gerakan terorisme.

Editor : Agus Warsudi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

BNPT Sebut Orang Terpapar Radikal karena Kurang Piknik

57 tahun lalu

MUI dan FKUB Brebes Desak Polisi Usut Kegiatan Konvoi Khilafatul Muslimin

57 tahun lalu

Konvoi Khilafah juga Terjadi di Karawang dan Cimahi, Polda Jabar Usut Organisasi Ini

57 tahun lalu

Ada Konvoi Khilafah, MUI: Indonesia Komitmen Gunakan Pancasila dan UUD 1945

57 tahun lalu

Densus 88 Selidiki Konvoi Khilafah di Jaktim 

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal