Kasus Anak Tasikmalaya Dipaksa Perkosa Kucing, LPA Jabar: Korban Alami Guncangan Psikologis

Asep Juhariyono
Ervan David
Anak usia 11 tahun meninggal akibat depresi setelah dipaksa memperkosa kucing dan videonya disebar di media sosial. (Foto: Reuters)

BANDUNG, iNews.id - Lembaga Perlindungan Anak Jawa Barat (LPA Jabar) tengah mendalami kasus anak berumur 11 tahun di Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, meninggal akibat depresi setelah dipaksa oleh teman-temannya untuk memperkosa kucing. LPA Jabar mendorong pihak terkait untuk menangani juga anak terduga pelaku perundungan yang memaksa korban berbuat tak senonoh.

Manajer Program LPA Jabar Dianawati mengatakan, menanggapi kasus tersebut, LPA Jabar sudah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk menelusuri kebenarannya. Selain itu, LPA Habar menilai, para pelaku juga diduga berperilaku sama di masa lalunya sehingga memicu kejadian serupa saat ini.

"Kronologi kejadian, sebelum meninggal, si anak (korban) mengalami kekerasan, perundungan oleh teman-temannya. Lalu dipaksa melakukan hubungan seksual ke binatang. Sekarang kami sedang mendalami kasus ini," kata Dianawati.

LPA Jabar, ujar Dianawati, juga akan menelusuri lebih dalam kronologi yang sebenarnya. Selain itu, LPA Jabar juga mencoba meminta bantuan ke pihak Kabupaten Tasikmalaya, bukan hanya fokus ke orang tua (korban) yang secara psikis sedang mengalami trauma atau goncangan karena anak laki-lakinya meninggal.

Kasus ini sangat memprihatinkan. Tapi perlu ada fokus lain, yaitu, mencoba untuk mendiskusikan juga dengan anak-anak yang menjadi pelaku perundungan.

Editor : Agus Warsudi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Heboh, Anak di Tasikmalaya Meninggal Diduga Depresi seusai Dipaksa Perkosa Kucing

57 tahun lalu

1 Warga Cibeber Tasikmalaya Hilang, Petugas Sisir Pelosok Desa

57 tahun lalu

Diduga Jadi Tempat Pesta Miras, Kafe di Kota Tasikmalaya Digerebek Polisi

57 tahun lalu

Video Tengah Malam, Tasikmalaya Diguncang Dua Kali Gempa Magnitudo 4,4 dan 4,9

57 tahun lalu

Tasikmalaya Diguncang Gempa 2 Kali Hari Ini

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal