Saat menelusuri jalan setapak, terlihat beberapa kondisi rumah yang sudah usang. Namun, tidak sedikit juga rumah-rumah tampak terawat. Jemuran terbuat dari tambang dengan pakaian tergantung juga terlihat di beberapa rumah yang dilewati. Sebuah pemandangan yang bisa diartikan bahwa rumah itu masih diurus pemiliknya.
Di tengah perjalanan, terlihat beberapa orang asyik bersantai, sambil mengobrol. Pandangan mereka cukup bersahabat saat kami datang menghampiri.
"Mau liat-liat desa mati yang lagi viral ya A?" tanya salah seorang ibu, yang kemudian diketahui bernama Wanci, menyapa cukup ramah.
Wanci bersama suaminya, Iteung saat itu sedang berbincang dengan tetangganya. Saat kami mendekat, Wanci dengan ramah mempersilakan untuk duduk. Obrolan ringan khas perdesaan jadi pembuka saat kami bertamu.
Di sela-sela obrolan, Wanci menerangkan bahwa ketika siang hari, kampungnya masih cukup ramai aktivitas warga. Ya, warga yang saat ini direlokasi ke daerah Buahlega yang memang masih memiliki tanah di kampung itu.