"Tujuannya supaya teman-teman bisa lebih melek teknologi khususnya mengenai digital marketing. Karena di zaman sekarang banyak pelaku usaha dan content creator punya kreativitas tinggi yang mendapatkan penghasilan dari teknologi digital," ujar Risnandar.
"Tapi teman-teman ojol belum paham cara mengelolanya. Makanya kami menggelar pelatihan ini biar teman-teman lebih paham. Syukur-syukur bisa jadi pelaku usaha," tutur dia.
Risnandar mengatakan, pelatihan ini terinspirasi dari sosok Ganjar Pranowo yang menyediakan wadah Lapak Ganjar di akun media sosial (medsos). Lapak itu berfungsi mempromosikan usaha para pelaku UMKM.
Kajol Indonesia juga mendorong para driver ojol untuk menguasai usaha digital baik sebagai penyedia produk, jasa maupun sebagai content creator.
"Harapan kami mudah-mudahan teman-teman bisa menguasai marketing Shopee, Tiktok, bisa menjadi pelaku usaha UMKM, dan tidak lagi gaptek (gagap teknologi). Pelatihan ini sangat menarik bagi teman-teman yang fokus ojol, mulai berpikir juga menjadi pelaku usaha, makanya teman-teman antusias," ucap Risnandar.