Sebagai seorang polisi, Chryshnanda Dwilaksana menuturkan, tak mudah mencuri waktu untuk menekuni hobi melukis. Melukis telah menjadi hobi sejak masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD). "Saya (suka melukis) dari SD. Jadi dengan kecintaan ini (hobi), (waktu melukis) pasti ada, bisa diluangkan," tutur dia.
Sementara itu, Isa Perkasa, kurator pameran Sayap Patah, mengatakan, saat Irjen Pol Chryshnanda Dwilaksana menyodorkan tema pameran, dia langsung menyambut baik keinginan jenderal polisi bintang dua tersebut.
Sebab, kata Isa Perkasa, tema yang diangkat bertepatan dengan menjelang tahun politik saat ini. Itu menjadi bagian penting karena tema pameran mengangkat soal isu persatuan dan kesatuan bangsa.
"Jadi tema Sayap Patah itu tentang situasi tahun politik saat ini. Bagi saya, itu menjadi poin penting karena memang seperti pemilu sebelumnya kita terpecah. Dalam satu rumah saja bisa saling bermusuhan," kata Isa Perkasa.
"Saya lihat jangan sampai terjadi seperti (kemarin, Pemilu 2019). Jangan sampai politik identitas dipakai lagi. Karena dampaknya seperti bom bunuh diri," ujar dia.
Menurutnya Isa Perkasa, Irjen Pol Chryshnanda merupakan sosok produktif. Di tengah kesibukkannya sebagai perwira tinggi Polri, tetap meluangkan waktu untuk berkarya.
"Beliau luar biasa produktif. Di tengah kesibukannya sebagai polisi dan Rektor Sespim Polri yang sibuk sekali, beliau dapat menginspirasi kita. Saya sebagai seninam tidak seproduktif itu," ucap Isa Perkasa.