Pemeriksaan DNA, ujar dr Fahmi, juga untuk memastikan apakan ada DNA pelaku atau tidak di tubuh korban. Selain itu untuk mengetahui, apakah ada kontak fisik antara pelaku dengan korban saat kejadian atau tidak serta memastikan tidak ada orang lain selain pelaku yang kontak dengan korban.
Tim juga melakukan pemeriksaan toksikologi dilakukan untuk memastikan apakah ada zat racun didalam tubuh korban atau tidak. "Hasil pemeriksaan ini butuh waktu lebih lama," ujarnya seraya menyatakan seusai diautopsi, jenazah korban Juju Juariyah akan diserahkan ke keluarga untuk segera dimakamkan.
Kematian Juju Juariah (46) di dalam ruko di Kampung Godebag, Desa Tanjungkerta, Kecamatan Pagerageung, Kabupaten Tasikmalaya pada Selasa (17/5/2022) masih diselimuti misteri. Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota masih berusaha keras mengusut kasus pembunuhan keji itu.
Diketahui, korban Juju ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa di ruang sholat berukuran sekitar 1x2 meter di dalam ruko. Kedua kaki korban terikat lakban hitam dan lehernya terluka diduga akibat sabetan senjata tajam.
Dikutip dari Tasikmalaya.iNews.id, warga Kampung Godebag, Desa Tanjungkerta, Kecamatan Pagerageung, Kabupaten Tasikmalaya menceritakan suasana saat malam tragedi pembunuhan korban Juju terjadi. Pada malam Selasa (17/5/2022) itu, aliran listrik di Kampung Godebag sempat padam. Situasi malam pun cenderung lebih sepi dari biasanya.
Punduh Kampung Godebag Odin Thohidin (43) mengatakan, pada malam kejadian ia bersama warga lainnya sedang bertugas ronda malam. “Listrik sempat padam. Jalanan juga sepi. Bahkan saya sampai duduk di jalan. Saat malam kejadian, saya tidak mendengar suara aneh-aneh di sekitar lokasi TKP,” ujar Odin.