Menurut Reggi, jembatan yang ada di Kecamatan Banyuresmi ini merupakan salah satu dari 43 jembatan yang rusak akibat diterjang banjir. Karena itu, setelah jembatan tersebut selesai JQR akan bergerak ke lokasi lain untuk membangun jembatan serupa.
“Kami mendahulukan pembangunan jembatan di Banyuresmi karena melihat lokasi itu memang betul-betul darurat, harus segera dibangun karena menjadi akses pendidikan, ekonomi, dan kesehatan warga. Setelah ini selesai, kami akan bergerak ke Kecamatan Banjarwangi untuk membangun dua jembatan yang kondisinya serupa dan menjadi akses utama warga,” ucapnya.
Dua jembatan yang akan dibangun di Banjarwangi, ujar Reggi, lebih pendek bila dibandingkan dengan jembatan di Banyuresmi. “Yang di Banjarwangi itu panjangnya sekitar 50 meteran. Nantinya di sana juga akan dibangun jembatan sementara berupa rawayan agar lebih aman dan juga cepat pengerjaannya,” ujar Reggi.