"Rakit ini dibuat karena kebutuhan warga untuk menyebrang sangat mendesak. Rakit ini bisa dioperasikan apabila sungai dalam keadaan surut, jika debit sungai deras dan besar tidak bisa digunakan karena khawatir hanyut," ujarnya.
Pemerintah melalui instansi terkait, tutur Amas, telah melakukan pengecekan ke lokasi Jembatan Merah Putih yang terputus itu. Masyarakat dan Pemerintah Desa Simpang berharap jembatan kembali dibangun di wilayah Kampung Cidahu tersebut.
Warga Kampung Cidahu, Amas (50), membenarkan ihwal pentingnya sarana jembatan penghubung bagi masyarakat setempat. "Harapannya pemerintah segera membangun kembali, karena sarana penyebrangan darurat berupa rakit sangat memprihatinkan dan berbahaya bagi warga jika air sungai pasang," tutur Amas.