Tidak satupun pejabat di Kabupaten Karawang yang menjelaskan penyebab kerusakan terkait rendahnya kualitas kontruksi jembatan.
Kepala Dinas PUPR Karawang Dedi Achdiat mengatakan, kerusakan jembatan karena faktor alam. Musim hujan dituding menjadi salah satu penyebab. Pasalnya air di bawah jembatan semakin kencang mengalir.
Ditambah lagi, kata Dedi Achdiat, air sungai di bawah jembatan dikeruk sehingga air menjadi semakin deras. Akibatnya fondasi jembatan mengalami pergeseran. "Jadi fondasi paling bawah jembatan menjadi terangkat ke atas, akhirnya menjadi longsor," kata Dedi Achdiat.
Namun Dedi menjamin semua kerusakan jembatan KW 6 akan menjadi tanggung jawab kontraktor pelaksana. Pihaknya sudah memanggil kontraktor jembatan dan menyanggupi menanggung semua biaya perbaikan. "Perbaikan akan memakan waktu sekitar 4-6 bulan ke depan. Selama perbaikan, jembatan ditutup," ujarnya.
Aanggota DPRD Karawang pun berpendapat sama bahwa amblesnya jembatan senilai Rp10 miliar itu karena faktor cuaca dan tingginya curah hujan. Ketua Komisi III DPRD Karawang Endang Sodikin yang memimpin rombongan mengatakan, mengatakan amblesnya jembatan karena diguyur hujan.