“Kami mengerahkan seluruh sumber daya kami termasuk personil seperti tim ULP Prima Karawang dan tim PDKB agar energize stasiun kereta cepat ini segera rampung," ujar Imam Ahmadi.
"Ke depan, daya listrik sebesar 2 kali 3.465 KVA ini akan digunakan untuk operasional stasiun kereta cepat yang berlokasi di Karawang,” tutur dia.
Manajer PLN UP3 Karawang mengatakan, Stasiun KCJB Karawang menggunakan Tarif Layanan Khusus KCJB (LB3).
Sebelumnya, PT Kereta Cepat Indonesia Cina (KCIC) menggunakan Penerangan Sementara (PS) selama masa konstruksi di site KCJB Stasiun Karawang.
Sementara itu, General Manager PLN UID Jabar Susiana Mutia mengatakan, terdapat tiga stasiun KCJB yang berlokasi di wilayah kerja PLN UID Jabar. Antara lain, Stasiun Karawang, Stasiun Padalarang, dan Stasiun Tegalluar dan seluruhnya menggunakan listrik PLN.
“PLN UID Jabar berkomitmen penuh mendukung proyek strategis nasional ini. Selain berpotensi meningkatkan perekonomian, proyek ini juga mendukung pencapaian Net Zero Emission pada 2060 melalui moda transportasi massal listrik,” kata GM PLN UID Jabar.
Susiana Mutia berharap, selesainya sambung baru ini menambah keyakinan investor untuk berinvestasi dan menggunakan listrik PLN di wilayah atau kawasan tersebut sehingga pembangunan dan perekonomian semakin berkembang.