Sejumlah komoditas lain pun mengalami kenaikan harga, namun masih wajar, seperti beras, bawang merah, bawang putih, daging sapi, dan daging ayam.
Terkait minyak goreng, Eem Sujaemah, juga meyakinkan harga minyak goreng di pasar ritel dijual sesuai harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah. Namun, dia mengakui, khusus minyak goreng terjadi kekosongan pasokan. Untuk mengatasinya, kegiatan operasi pasar khusus minyak goreng juga sudah dilakukan di sejumlah lokasi di Jabar.
"Dalam seminggu, kami tiga kali lakukan evaluasi terkait operasi pasar minyak goreng. Memantau pasar ritel dan pasar tradisional. Estimasi ketersediaan kami tahun ini sekitar 531.712 liter," kata Eem Sujaemah.
Eem menyatakan bahwa stok kedelai saat ini mencapai 300.000 ton. Dengan rincian 150.000 ton sudah tersedia di gudang importir dan sisanya sudah siap dikirim. Sehingga, menurutnya, pengusaha tahu tempe tidak perlu mengkhawatirkan stok kedelai.
"Meski begitu, ada kenaikan harga kedelai impor yang bakal berdampak pada kenaikan harga tahu dan tempe atau ukurannya akan diperkecil, agar harga tidak naik di tingkat konsumen," ujarnya.