Jelang Ramadhan, Dispernakan KBB Antisipasi Hewan Ternak dari Luar Daerah

Adi Haryanto
Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan, KBB, Undang Husni Thamrin. (Foto: Dok)


Menurutnya, dengan aturan baru tersebut semua kabupaten/kota harus punya point of view (POV). Artinya, bagaimana daerah bisa mengendalikan kesehatan hewan di daerahnya masing-masing, sehingga para peternak bakal lebih mudah mendapat hewan ternak dalam kondisi sehat. 

Disinggung terkait peredaran PMK maupun penyakit ternak lainnya, dia menyebutkan, kondisinya sudah terkendali karena sudah zero kasus. Sebab kasus PMK di KBB sudah tidak ada lagi laporan yang muncul. Pihaknya juga terus melaksanakan vaksinasi boster terhadap hewan ternak setiap 6 bulan sekali.

"Kami juga memiliki call center dan aplikasi Isikhnas, jadi kita bisa memonitor lalu lintas ternak itu dari mana dan ke mana didistribusikan," ucapnya. 

Editor : Asep Supiandi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

DKPP Jabar Minta Peternak Unggas Waspada Flu Burung

57 tahun lalu

1.000 Lebih Ternak di Bandung Terjangkit Penyakit Mulut dan Kuku, 48 Ekor Mati

57 tahun lalu

Sapi Terjangkit PMK di Majalengka Dijual Murah, 1 Ekor Rp8 Juta

57 tahun lalu

Jelang Ramadhan, Harga Telur dan Cabai di Pasar Gusher Tarakan Naik Signifikan

57 tahun lalu

Harga Daging Ayam di Pasar Tradisional Purwakarta Rp40.000 per Kg

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal