“Tanyain aja partainya, siapa yang mau deklarasi yang calonnya adalah Pak Idris,” ucapnya.
Dia berpendapat yang akan mendeklarasikan maju menjadi calon wali kota bukan dirinya secara pribadi. Untuk itu, dia pun akan menunggu dari pihak partai, mana nantinya bersedia mengusungnya.
“Calon Wali Kota kan pakai kendaraan, jadi yang deklarasi bukan calonnya. Saya nggak akan deklarasi pribadi, kecuali lewat partai. Kalau partai tidak melamar saya, ya sudah saya balik,” ujarnya.
Idris memang berharap PKS bisa mengusungnya kembali, seperti pada Pilkada 2016.
“Iya, di antaranya iya (masih menunggu PKS),” katanya.
Namun, Idris tidak berani ambil kesimpulan bahwa PKS pasti bakal mengusungnya kembali.
“Saya tidak bisa memastikan, sebab partai bukan punya saya, ada mekanismenya,” katanya.