Jelang Pencoblosan, KPU Bandung Akui Khawatirkan Partisipasi Pemilih

Yogi Pasha
Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, Ketua KPU Bandung Rifqi Almunarok, dan Ketua Panwas Kota Bandung Farhatun Fauziah dalam Acara Bandung Menjawab. (Foto: iNews.id/Yogi Pasha)

BANDUNG, iNews.id – Rasa kekhawatiran mendera Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bandung. Mereka mengaku cukup mencemaskan angka partisipasi masyarakat dalam Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Bandung, saat pencoblosan, Rabu (27/6/2018).

Bukan tanpa alasan, kekhawatiran itu timbul karena waktu pencoblosan Pilkada Serentak 2018, bersamaan dengan masih liburnya musim sekolah. Selain itu, ada sebagian warga yang mudik dan belum kembali ke daerah asalnya.

"Besok itu masih libur sekolah dan arus balik. Tapi, mudah-mudahan tidak terjadi," kata Ketua KPU Kota Bandung Rifqi Almubarok, seusai kegiatan Bandung Menjawab di Taman Sejarah, Selasa (26/6/2018).

Dia mengungkapkan berdasarkan pengalaman Pilkada 2013, angka partisipasi pemilih di Kota Bandung hanya sebesar 65 persen. Namun untuk pelaksanaan Pilkada Serentak 2018, baik Pilwalkot Bandung maupun Pilgub Jabar, ditargetkan tingkat partisipasi bisa meningkat hingga 70 persen.

"Ya mudah-mudahan bisa sesuai target. Harapan kami seperti itu,” ujarnya.

Dia melanjutkan, untuk meningkatkan angka partisipasi tersebut, KPU Kota Bandung bersama Pemerintah Kota (Pemkot) telah meminta dan mengimbau kepada seluruh perusahaan untuk bisa meliburkan karyawannya agar bisa memberikan hak suara saat pencoblosan. Selain itu, ada sejumlah program potongan harga bagi warga yang sudah mencoblos dengan cara memperlihatkan ujung jarinya yang sudah dicelupkan ke tinta.

"Kami dan Pemkot Bandung sudah memberikan surat imbauan kepada pengusaha untuk meliburkan karyawannya. Ada juga program potongan diskon di tempat tertentu bagi warga hanya dengan menunjukkan tanda tinta di jari kelingkingnya," tuturnya.

Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengaku sudah mengeluarkan surat edaran ke seluruh perusahan untuk meliburkan karyawannya agar bisa ikut berpartisipasi dalam pilkada serentak 2018. Emil menyebutkan, surat edaran itu bagian dari penguatan pemerintah pusat yang menetapkan waktu pencoblosan pada 27 Juni 2018 sebagai libur nasional.

"Saya akan tegur jika ada perusahaan yang tidak libur. Tapi, bagi perusahaan bisnis yang menilai sangat emergency dan tidak bisa meliburkan karyawannya, bisa memanfaatkan setengah hari saja," kata Emil.

Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Hasil Quick Count Pilwalkot Bandung 2024, Presenter Kondang Farhan Unggul Bersama Erwin

57 tahun lalu

Momen Ferry Kurnia Bersama Cawalkot Haru Suandharu saat Silaturahmi IKA SMAN 8 Bandung

57 tahun lalu

Antisipasi Kerawanan Pilkada 2024, Ini yang Disiapkan Polrestabes Bandung

57 tahun lalu

2 Orang Dekat Ridwan Kamil Ramaikan Bursa Kandidat Calon Wali Kota Bandung

57 tahun lalu

Pilwalkot Bandung 2024, Kader Golkar Dominasi Bursa Kandidat Calon Kepala Daerah

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal