Jeane tertarik di bidang teknik, sehingga memutuskan memilih ITB sebagai kampus impiannya. Melalui jalur SNMPTN, dia berhasil diterima di Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan (FTSL) dan kemudian memilih Teknik Lingkungan sebagai program studi.
Saat ditanya mengenai kesan selama berkuliah di program studi tersebut, Jeane menuturkan kagum akan ilmu-ilmu baru yang dipelajari. Para dosen dan tenaga pendidik di FTSL ITB sangat luar biasa menginspirasi.
“Hal yang paling menyenangkan (di Teknik Lingkungan) adalah bisa bekerja di laboratorium. Saat SMA kan hanya kenal yang sederhana-sederhana, seperti lab kimia, tetapi di sini keren-keren. Contohnya di mata kuliah mikrobiologi lingkungan, aku dapat kesempatan untuk lihat bakteri-bakteri dan belajar suhu yang paling optimal agar tetap hidup,” tutur Jeane.
Selain berkegiatan akademik, Jeane juga aktif berpartisipasi dalam Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan ITB (HMTL ITB) dan Unit Kebudayaan Irian ITB (UKIR ITB). Melalui dua wadah tersebut, ia dapat bertemu dengan berbagai orang dengan latar belakang berbeda-beda.
Salah satu momen yang paling berkesan adalah saat dia berkesempatan menjadi ketua wisuda Juli HMTL ITB 2020. “Pengalaman itu sangat membentuk aku menjadi pribadi yang lebih dewasa. Teman-teman yang membantu aku juga sangat suportif dan bisa membuka pikiranku akan banyak hal,” ucapnya sambil tertawa ringan.
Saat ini, Jeane tengah mengambil program fast track di prodi yang sama. Jeane berharap dapat lulus dengan gelar magister di tahun depan. Ke depannya, ia berharap dapat mewujudkan cita-citanya untuk kembali ke tanah Papua dan mengabdi di sana.
Di akhir wawancara, Jeane turut menitipkan pesan bagi seluruh mahasiswa ITB yang masih berjuang untuk menyelesaikan studinya, “Tetap memperluas relasi dan jangan stress, small progress is still progress,” ujar Jeane.