Menurut Emil, salah satu faktor penyebab masih lambannya vaksinasi Covid-19 di Jabar, yakni keterbatasan tempat dan kapasitas fasilitas kesehatan. Oleh karenanya, pihaknya akan mengoptimalkan gedung, sarana olahraga, hingga rumah dinas sebagai tempat vaksinasi Covid-19.
"Kalau mengandalkan Puskesmas, vaksinasi bisa lama. Jadi, saya mengimbau bupati wali kota, bupati, camat, lurah, kepala desa untuk menggunakan fasilitas di wilayahnya sebagai tempat vaksinasi massal," ujar Gubernur Jabar.
Emil menuturkan, mobil vaksinasi untuk vaksinasi drive thru pun telah disiapkan untuk mengejar target 6 juta warga Jabar tervaksinasi Juni 2021 mendatang.
"Jabar tantangannya sangat besar karena harus menyuntik 36 juta orang sampai Maret atau April tahun depan sebagai syarat 70 persen utk mencapai herd imunity yang diharapkan," tutur Emil.
Sementara itu, Aher menyatakan bahwa keikutsertaannya dalam vaksinasi Covid-19 merupakan bagian upaya menuntaskan pandemi dan membantu program pemerintah. Dia pun mengaku tidak merasakan keluhan apapun pascadisuntik vaksin Covid-19.