Dia mengatakan, ruas jalan yang dilintasi untuk membawa orang sakit itu merupakan akses yang paling parah terdampak longsor, sehingga sangat sulit saat dilintasi kendaraan.
"Kondisi jalan yang paling parah terdampak longsor itu hanya 1 titik, kalau yang lainnya tidak terlalu parah. Rencananya pada hari Minggu warga dari dua RW Kampung Citiis dan Cipiring akan kerja bakti," ucapnya.
Berdasarkan hasil assesment yang dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) KBB, ada sekitar 5 kilometer jalan yang terdampak bencana longsor tersebut yang tidak bisa dilalui sepeda motor maupun pejalan kaki karena rawan longsor susulan.
"Lebar badan jalan 2 meter. Total warga yang terdampak 156 KK dengan 468 jiwa. Selain itu 7 hektar sawah milik masyarakat mengalami kerusakan akibat tergerus longsoran," tutur Kepala Pelaksana BPBD KBB Jarot Prasetyo.
Dia mengatakan, penyebab longsor tersebut dikarenakan curah hujan deras dengan dengan intensitas tinggi. Selain itu, kontur tanah yang labih dan dipenuhi bebatuan menambah berat kondisi longsor.
"Kondisi tebing jalan memiliki kemiringan antara 80 derajat. Gundulnya atau tidak ada tanaman keras di sekitar tebing akibat dari pembukaan lahan pertanian masyarakat juga diduga jadi penyebabnya," ucap dia.