Sementara untuk daerah rawan longsor, hampir 30 persen wilayah di Jabar punya potensi rentan gerakan tanah. Dengan curah hujan tinggi peta rawan gerakan tanah di Jabar meningkat menjadi 70 persen.
"Kurang lebih satu juta hektar lahan di Jabar rawan. Selama November 428 kecamatan di Jabar rawan longsor," jelasnya.
Sebelumnya, Gubernur Jabar Ridwan Kamil telah menetapkan status siaga satu bencana alam di Jabar. Potensi bencana alam itu adalah banjir dan longsor mengingat musim hujan sudah mulai merata terjadi di wilayah Jabar.
Dengan munculnya status siaga bencana ini, Emil mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi terjadinya bencana khsususnya warga yang tinggal di wilayah rawan.