Jabar Disentil WHO Gegara Mobilitas Masyarakat Meningkat, Wagub Jabar Bilang Begini

Dicky Wismara
Aktivitas dan mobilitas warga Kota Bandung kembali meningkat seiring relaksasi yang dilakukan pemerintah di sektor ekonomi. (Foto: iNews/DICKY WISMARA)

Uu menyatakan, pemberlakuan sanksi terhadap masyarakat dan pelaku ekonomi yang tak mematuhi prokes, tetap ditegakkan. Saksi terhadap pelanggar prokes masih berlaku.

"Artinya, prokes ini mutlak. Namun tidak menimbulkan kekauan dalam berkegiatan ekonomi. Ada batasan-batasan tertentu yang disepakati bersama, sesuai arahan pemerintah pusat. Ada yang 25 persen, 50 persen," ujar Uu Ruzhanul Ulum.

Diketahui, WHO menyoroti tingginya mobilitas dan aktivitas masyarakat di beberapa provinsi di Indonesia, seperti sebelum pandemi. Selain Jawa Barat, WHO juga menyoroti Provinsi Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Banten. WHO khawatir, peningkatan mobilitas dan aktivitas tersebut kembali memicu lonjakan kasus Covid-19.

Editor : Agus Warsudi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Kisruh SPMB Jabar, Sekolah Swasta Tolak Skema Bantuan Rp100.000 ke Siswa

57 tahun lalu

Kisruh SPMB Jabar, Sekolah Swasta Gratis Kini Diserbu Calon Siswa dan Orang Tua

57 tahun lalu

Bonus Rp1 Miliar Cair! Persib Sebut Hadiah Pemprov Jabar Jadi Pelepas Dahaga

57 tahun lalu

Pemprov Jabar Matangkan Konvoi Persib Juara, Wagub: Jangan Ada Kerusuhan Lagi!

57 tahun lalu

Dedi Mulyadi Tanggung Biaya Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi, Santunan Rp50 Juta Disiapkan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal