Dosen CJI Dewi Ariantini Yudhasari mengatakan, Kementerian Pendidikan Budaya Olahraga Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Jepang mendukung skema ini dan telah menyediakan hibah untuk memastikan kelancaran program.
"Pada 2024, program ini akan memasuki fase implementasi dengan menerima enam mahasiswa dari Sekolah Vokasi IPB University yang akan diarahkan untuk bekerja di sektor perhotelan dan sumber daya manusia (SDM)," kata dosen CJI Dewi Ariantini Yudhasari.
Dewi Ariantini menyatakan, mahasiswa program ini berasal dari program studi Ekowisata, Pertanian, dan Akuntansi. Rencana implementasi program mencakup pembelajaran bahasa Jepang, pengurusan dokumen keberangkatan, persiapan ujian kemampuan bahasa, pembiayaan pendidikan, dan persiapan asrama di Jepang.
"Program ini juga termasuk konsultasi dan pembinaan berkala, serta penempatan di perusahaan mitra CJI setelah menyelesaikan program Business Design selama satu tahun," ujar Dewi Ariantini.
Atdikbud KBRI Tokyo Yusli Wardiatno mengatakan, penandatanganan MoU ini menandai babak baru dalam kolaborasi pendidikan vokasi antara Indonesia dan Jepang, membuka jalan bagi pengembangan sumber daya manusia berkualitas dan memperkuat hubungan bilateral kedua negara.
“MoU dalam pendidikan vokasi ini diharapkan dapat menciptakan lulusan yang kompeten dan siap kerja, sekaligus mendukung pengembangan ekonomi Indonesia, dan mendukung Kemdikbudristek yang terus fokus pada peningkatan kualitas pengajar dan fasilitas pendidikan vokasi, serta pengembangan program magang dan kerja sama dengan perusahaan untuk memberikan pengalaman praktis kepada siswa,” kata Atdikbud KBRI Tokyo.