Menurut Ili, hasil sumbangan yang terkumpul dari warga kemudian dibelanjakan untuk membeli obat-obatan, vitamin, perlengkapan kesehatan, seperangkat kelengkapan standar protokol kesehatan, bahan makanan dan kebutuhan ruang isolasi lainnya.
“Semua ini murni partisipasi masyarakat. Kami ada bantuan dari pihak kepolisian untuk panel struktur, papan evaluasi, dan zonasi,” ujarnya.
Kendati begitu, tutur Ili, sampai saat ini tempat isolasi mandiri itu belum pernah digunakan. Dia berharap, jangan ada warga RW 02 yang terpapar.
Walaupun, menjak pandemi Covid-19 terdeteksi di Kota Bandung hingga saat ini terdapat 21 warga RW 02 Sarijadi yang terpapar. Salah satunya meninggal dunia. Selebihnya, sudah ditangani dengan baik dan mendapat dukungan dari warga lainnya.
“Kalau kami menemukan kasus suspek, bisa dari RT langsung ke posko atau ke RW dulu. Nanti kami tracing dan mengidentifikasi. Kemudian dilakukan penyemprotan. Bagi yang isolasi di rumah, masyarakat peduli, secara otomatis menyumbang makanan,” tutur Ili.