Ini Pembelaan Ridwan Kamil soal 25 Relawan Uji Klinis Vaksin Positif Covid-19

Agung Bakti Sarasa
Vaksin Sinovac. (Foto: Istimewa)

Pasalnya, ujar dia, antibodi baru terbentuk tiga bulan setelah penyuntikan kedua. "Harus diliat dulu jadwal kena Covid-nya karena tim dokter menyatakan ke saya dan Pak Pangdam, antibodi muncul tiga bulan setelah suntikan kedua," ujarnya.

Kang Emil menuturkan, sebagai relawan uji klinis vaksin Sinovac, dirinya menerima suntikan pertama pada 25 Agustus 2020 dan suntikan kedua pada 14 September 2020. 

"Dari September ke Desember itu terjadi proses antibodi. Mungkin saja kenanya sebelum H-30. Karena antibodinya belum maksimal, maka dia kena," tutur Kang Emil.

Karena itu, kata Gubernur Jawa Barat, menekankan bahwa kabar 25 relawan uji klinis vaksin Sinovac terpapar Covid-19 harus dikaji lebih dalam.

"Jadi cerita itu (relawan uji klinis positi Covid-19) harus dibedah dan jangan digeneralisir sebagai seolah gagal atau bagaimana, harus satu persatu. Lain halnya kalau sudah dinyatakan di bulan ketiga seperti katanya antibodi saya ini sudah 99 persen dan kena Covid, maka itu jadi pertanyaan yang valid," kata Gubernur.

Editor : Agus Warsudi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

25 Relawan Uji Klinis Vaksin Terpapar Covid-19, Mayoritas Bergejala Ringan

57 tahun lalu

Uji Klinis Vaksin Covid-19 Sinovac Belum Selesai, Persentase Kemanjuran Bisa Berubah

57 tahun lalu

Ridwan Kamil Klaim Tak Perlu Divaksin karena Relawan Uji Klinis, Ini Kata Ketua Tim Riset

57 tahun lalu

Hasil Uji Klinis BPOM, Vaksin Sinovac Aman Tak Ada Efek Samping Serius

57 tahun lalu

Menko PMK Muhadjir Optimistis Uji Klinis Vaksin Covid-19 Berhasil Baik

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal