Selain itu, Yana juga mengaku sedang bersama sesorang, warga Sumedang, yang menumpang sepeda motornya. "Ayah solat dulu di simpang (Cadas Pangeran). Kebetulan ada orang Sumedang juga, nebeng ikut sama Ayah," kata Yana.
Di bagian lain pesan suara, Yana terdengar merintih dan menangis seolah-olah dia dianiaya oleh orang yang menumpang motornya. Rekaman tersebut pun viral setelah beredar di media sosial.
Dia pun mengucap kata dalam bahasa Sunda tapi tak terdengar jelas kata-kata yang diucap. "Duh Gusti nu Agung, sugan teh lain jelema jahat (Ya Tuhan, saya kira bukan orang jahat," ujar Yana, warga Kampung Babakan Regol, Desa Sukajaya, Kecamatan Sumedang Selatan, Kabupaten Sumedang ini.
Berdasarkan rekaman itu dan Yana Supriatna tak pulang pada Rabu (17/11/2021), keluarga melapor orang hilang ke Polres Sumedang. Operasi search and rescue (SAR) pun digelar dengan melibatkan sejumlah unsur terkait, termasuk Badan SAR Nasional (Basarnas) Bandung, Ditsabhara Polda Jabar, Polres Sumedang, Polsek Pamulihan, dan lain-lain.
Setelah ditelusuri, ternyata Yana Supriatna ditemukan di wilayah Dawuan, Kabupaten Majalengka. Yana ditemukan oleh Tim Buru Sergap (Buser) Satreskrim Polres Sumedang dan dibawa ke Polres Sumedang.
Kapolres Sumedang AKBP Eko Prasetyo Robbyanto mengatakan, dari hasil pemeriksaan sementara, isi rekaman suara yang dikirimkan oleh Yana ke istrinya pada Rabu (17/11/2021) itu dipastikan tak benar alias bohong.
"Hasil interogasi sementara voice note (pesan suara yang dikirimkan Yana ke istrinya) tidak benar atau bohong," kata Kapolres Sumedang kepada wartawan melalui pesan singkat, Jumat (19/11/2021).