Saat itulah mungkin pelajar yang dibonceng itu, korban AM, dibacok. "Kalau luka yang di kepala, mungkin terjadi saat orang itu (korban AM) mau kabur dengan motor. Karena saat keributan tidak ada yang terjatuh. Ada juga teriakan "Paehan ku aing! Paehan ku aing!" (saya bunuh kamu, saya bunuh kamu)," ujarnya..
Sementara itu, Kapolres Sukabumi Kota AKBP Sy Zainal Abidin mengatakan, benar telah terjadi penganiayaan yang menyebabkan seorang pelajar tewas. "Masih proses lidik," kata Kapolres Sukabumi Kota melalui pesan singkat.
Diberitakan sebelumnya, seorang pelajar salah satu sekolah menengah kejuruan (SMK) di Kota Sukabumi, tewas dengan luka bacok di kepala diduga akibat dianiayaan dengah senjata tajam.
Korban berinisial AM (19), warga Kecamatan Cibeureum, Kota Sukabumi, meninggal pada Senin (25/10/1021). Sebelumnya korban mendapatkan perawatan dari RS Kartika Kasih Kota Sukabumi.
"Dari keterangan pihak RS Kartika Kasih pada Senin kemarin sekitar pukul 13.00 WIB, korban diantarkan oleh teman-temannya berjumlah tiga orang yang memakai seragam sekolah dengan menggunakan dua unit sepeda motor," kata Kepala Pembinaan Operasi (KBO) Satreskrim Polres Sukabumi Kota Iptu Kartiwan kepada wartawan, Selasa (26/10/2021).