Ini Kronologi Lengkap Pencurian dan Pembunuhan di Toko Emas Gaya Baru Kosambi Bandung

Agus Warsudi
Petugas PMI Kota Bandung mengevakuasi dan membawa jasad korban T ke RS Bhayangkara Sartika Asih Bandung. (Foto: iNews/AGUS WARSUDI)

Setelah korban tewas, pelaku S bersama dua temannya, melakukan pencurian. "Muncul mufakat jahat untuk melakukan itu (pencurian). Begitu kronologinya," ujar Kompol Septa.

Dalam kasus itu, polisi memburu dua terduga pelaku lain yang telah ditetapkan masuk daftar pencarian orang (DPO) alias buron. Satu dari dua pelaku yang kabur ini berinisial Y.

Jadi awalnya, tutur Kapolsek, para pelaku ini tidak ada niat untuk melakukan perampokan. Namun karena kesal dengan korban yang tinggal sendirian, akhirnya muncul niat menghabisi dan menggasak emas di toko korban. 

"Jadi, ya seketika saja itu (pembunuhan dan pencurian). Pasang CCTV Minggu, kejadianya malam Senin. Pelaku lama di dalam (toko)," tutur Kapolsek.

Ditanya tentang kerugian dan barang apa saja yang hilang dari toko korban, Kompol Septa mengatakan, penyidik masih melakukan pendalaman. "(Kerugian) belum ditaksir. Dua pelaku masih kami kejar," ucap Kompol Septa.

Dari lokasi kejadian toko emas Gaya Baru, ujar Kapolsek, petugas mengamankan barang bukti, barbel, tali, kayu, baju, dan sepatu pelaku. "Nggak ada (barang bukti rekaman) CCTV. Kan baru dipasang. Dari toko lain juga nggak ada," ujar Kapolsek.

Kompol Septa menuturkan, penyidik telah memeriksa istri pelaku. Kemudian anggota perlindungan masyarakat (linmas) Kelurahan Sumurbandung, ketua RT, dan RW. "Jumlah saksi (yang diperiksa) ada empat kalau nggak salah," tutur Kompol Septa.

Editor : Agus Warsudi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

7 Fakta Pencurian dan Pembunuhan di Toko Emas Gaya Baru Kosambi Bandung

57 tahun lalu

Jasad Korban di Toko Emas Kosambi Bandung Dijaga 2 Anjing, Petugas Kesulitan Olah TKP

57 tahun lalu

Pencurian di Toko Emas Kosambi Bandung, Saksi: Jam 11 Malem Dengar Suara Gaduh

57 tahun lalu

3 Pencuri Satroni Toko Emas di Kosambi Bandung, Gasak Perhiasan dan Habisi Pemiliknya

57 tahun lalu

Kisah Nur Wahid Curi Getah Karet di Lampung, Tak Tega Lihat Tetangga Kelaparan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal