Vice President Pengamanan dan Pengelolaan Aset Jenal Abidin mengatakan, kronologis kejadian berawal dari insiden kecil di area gedung Tempa & Cor dimana para pekerja di gedung tersebut sedang melakukan pemanasan produk.
"Kemudian percikan api mengenai bak oli yang menimbulkan kebakaran di area tersebut. Api ditangani terlebih dahulu oleh unit pemadam yang dimiliki Pindad sehingga api tidak menjalar lebih luas," kata Jenal.
Tim Damkar Pindad, ujar Jenal, menurunkan 1 unit mobil pemadam kebakaran didukung Diskar PB Kota Bandung menurunkan total 6 unit pemadam yang terdiri dari atas dua unit pancar pusat, dua unit tangki pusat, satu unit rescue, dan satu unit komando sesuai SOP pengamanan objek vital nasional. "Insiden kebakaran ini tidak berpengaruh signifikan terhadap proses produksi PT Pindad (Persero)," ujar Jenal.
Untuk diketahui, PT Pindad (Persero) sebagai perseroan terbatas milik negara dibentuk pada 1983. Pindad aktif memproduksi berbagai alat utama sistem persenjataan (alutsista) untuk kebutuhan TNI dan Polri.
PT Pindad telah mengekspor sejumlah produk unggulannya seperti amunisi, senjata dan kendaraan tempur ke pasar global. Selain menghasilkan alutsista, PT Pindad juga memiliki direktorat industrial yang menghasilkan alat berat, seperti excavator, traktor, crane kapal laut, serta pengait rel kereta api, motor traksi hingga generator.