Dia menyatakan, setelah dilakukan proses otopsi pun, tidak ditemukan kerusakan pada organ dalam bangkai burung pipit itu. Menurutnya kondisi organ dalam masih normal.
Selain itu, lanjut dia, karena negatif dari virus maka besar kemungkinan penyebab kematian massal ratusan burung pipit itu bukan karena penyakit.
Dugaan sementara, ujarnya, perubahan cuaca ekstrem menjadi faktor penyebab matinya ratusan burung pipit di halaman belakang Balkot Cirebon tersebut.
"Kesimpulan sementara, penyebab kematian bukan karena penyakit, karena hasil PCR AI dan ND negatif. Tidak ada perubahan kondisi organ dalamnya. Dugaan sementara karena perubahan cuaca ekstrem," ujarnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Masyarakat dan pegawai di lingkungan Balai Kota Cirebon, Jawa Barat, dihebohkan dengan fenomena matinya ratusan burung di halaman belakang Balai Kota Cirebon.
Peristiwa ini diperkirakan terjadi sejak Selasa 14 September 2021 pagi. Dari beberapa foto dan video yang tersebar di media sosial, nampak ratusan burung tersebut ditemukan mati berserakan di dekat sebuah pohon.
Fenomena tersebut hampir serupa dengan peristiwa kematian massal burung di Bali beberapa waktu lalu. Bedanya, di Balai Kota Cirebon sendiri ditemukan beberapa burung yang kondisinya masih hidup.