Tanpa pikir panjang, Ratna merebut tongkat tersebut dan mendorong sang majikan ke kamar mandi. Melihat korban yang sudah terkapar di lantai kamar mandi, Ratna langsung menghantamkan balik tongkat yang sudah dikuasainya itu ke arah kepala majikannya. "Tiga kali lebih saya pukul ke bagian kepalanya," sebut Ratna.
Melihat korbannya tak berdaya, terlebih saat dicek sudah tak bernyawa, Ratna pun tersadar dari kalapnya. Di tengah ketakutan yang menyelimutinya, Ratna kemudian berupaya menutupi perbuatannya dengan membuat skenario seolah-olah telah terjadi perampokan dan pemerkosaan.
Guna memuluskan skenarionya itu, Ratna lantas mengambil sebilah pisau di dapur dan nekat merobek perutnya menggunakan pisau itu. Sebelumnya, dia juga membongkar satu isi lemari di dalam kamar korban, agar terlihat seperti terjadi perampokan.
Dalam keadaan terluka, Ratna mulai bersandiwara. Dia berteriak-teriak di luar rumah sang majikan dengan harapan ada tetangga yang mendengarnya. Namun, tak ada satu pun warga yang meresponsaya.
Di tengah gerimis saat itu, Ratna kemudian mengetuk pintu rumah salah satu tetangga majikannya sambil meminta tolong. Kepada tetangganya itu, Ratna berdalih bahwa ada dua orang berperawakan besar merampok rumah majikannya.