"Kenapa saya enggak melawan, karena saya tidak menyukai kekerasan, kriminalitas," kata Anoy Roz ditemui di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Bandung, Jalan Merdeka, Kota Bandung.
Anoy Roz menyatakan, badan kekar dan berotot bukan untuk melakukan tindak kriminal, tetapi meraih prestasi di pertandingan binaraga. "Saya memiliki badan perkasa atau berotot kekar bukan untuk kriminal, tapi meraih prestasi di pertandingan binaraga," ujar Anoy Roz.
Selain berbadan kekar dan berotot, Anoy Roz mengaku menguasai bela diri Tarung Drajat atau Boxer. Tetapi kemampuan bela diri itu hanya digunakan untuk meraih prestasi.
"Saya pun bisa bela diri Tarung Drajat atau boxer juga bukan untuk kriminal tapi meraih prestasi di pertandingan bela diri saat saya lagi di bangku sekolah. Saya rasa tidak sepantasnya berkelahi dengan driver ojol," tutur Anoy Roz.
Diberitakan sebelumnya, kasus penganiayaan yang dialami Anoy Roz ini telah dilaporkan ke Satreskrim Polrestabes Bandung dengan nomor aduan STPB/281/XI/2022/JBR/Polrestabes.