"Ada dua proses yang dihilangkan, yakni pengambilan sidik jari dan biometrik untuk menghindari kontak langsung petugas dengan WNA China," ujar dia.
Disinggung sampai kapan perpanjangan izin tinggal khusus ini diberikan kepada WNA China, Aruy tak bisa memberi konfirmasi. Namun biasanya izin tinggal hanya diberikan tiga kali.
"Lama izin tinggal di sini kemungkinan melihat situasi di China. Mereka (WNA China) mau pulang juga takut karena wabah itu. Karena mereka tinggal di sini lebih dulu," kata Uray.
Diketahui, berdasarkan data imigrasi, sebanyak 3.000 WNA asal China yang tinggal bekerja di berbagai bidang, sepert keuangan, infrastruktur, dan guru. Tak sedikit pula yang berwisata di Jabar. Mereka saat ini dalam pengawasan khusus pihak berwenang di semua daerah di Jawa Barat.