Almarhum Sahroni diduga menjadi korban perampokan sekaligus pembunuhan, yang diperkuat dengan tidak adanya mobil, ponsel, dompet, dan barang berharga lain miliknya. Namun untuk memastikan kasus tersebut merupakan perampokan disertai pembunuhan, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan dan menunggu hasil autopsi oleh tim dokter forensik dari Rumah Sakit (RS) Soekamto, Jakarta Timur.
Kapolsek Cikembar, AKP I Dijubaedi mengatakan, masih menyelidiki kasus dugaan pembunuhan sopir taksi online yang jasadnya ditemukan di aliran Sungai Cibatu, Kampung Cibatu.
"Identitas mayat pria yang ditemukan warga terselip di bebatuan Sungai Cibatu, tepatnya di Kampung/Desa Cibatu, RT 03/02, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi sudah terungkap. Walaupun sudah ada yang mengakui sebagai saudara korban, tetapi kami masih melakukan penyelidikan dan menunggu hasil autopsi," kata AKP I Dijubaendi.
Diketahui, Warga Cibatu, Desa Cibatu, Kecamatan Cikembar, Sukabumi sebelumnya digemparkan dengan penemuan mayat tanpa identitas yang terikat lakban, Minggu 8 April 2018. Kanitreskrim Polsek Cikembar, Iptu Dadi mengatakan, mayat pria tanpa identitas itu dilaporkan warga sekitar pukul 09.00 WIB. Petugas dibantu warga sekitar kemudian mengevakuasi korban dari lokasi penemuan dan membawanya ke RSUD Sekarwangi.