SUKABUMI, iNews.id – Pengakuan Aang yang menyebut istri dan anaknya selamat dari terjangan banjir dan longsor di Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi membuat geram warga.
Hal itu terjadi setelah tim SAR menemukan jasad kedua korban yakni, Santi dan Nurul dalam posisi berpelukan di bawah reruntuhan bangunan.
Jasad ibu dan anak itu ditemukan dalam posisi berpelukan, tertimbun di antara puing-puing rumah mereka dan tumpukan sampah akibat derasnya arus Sungai Cipalabuhan yang meluap. Fakta ini membuat warga marah dan menuding Aang tidak peduli terhadap keluarganya.
Sejumlah warga yang berada di lokasi evakuasi melampiaskan emosi mereka dengan meneriakkan cacian kepada Aang, menuduhnya lebih mementingkan urusan pribadi dibanding mencari keluarganya yang hilang.
Ketua RW 22 Kampung Gumelar, Reza mengatakan, kebohongan Aang telah memicu kemarahan warga.