"Untuk memastikan peyebab ibu dan anak yang meninggal diduga setelah mengkonsumsi olahan oncom, kami membawa sampel oncom ke Dinas Kesehatan Cianjur untuk diteliti di Labkesda Jabar di Bandung," kata Elis.
Diberitakan sebelumnya, Kasatreskrim Polres Cianjur AKP Anton mengatakan, penyidik sudah mengambil sampel nasi tutug oncom yang diduga sebagai penyebab tewasnya ibu dan anak, Aidah dan Fuji, untuk diperiksa di laboratorium.
"Sampel tersebut akan diserahkan ke Dinkes Cianjur, untuk selanjutnya diuji di laboratorium guna mengetahui penyebab tewasnya kedua orang korban setelah mengkonsumsi oncom atau bukan," kata AKP Anton.
Kepala Seksi Survailans dan Imunisasi Dinas Kesehatan Cianjur Asep Helmi, mengatakan, sampel tersebut akan diuji di Labkesda Jawa Barat. Proses pengujian membutuhkan waktu satu minggu hingga hasilnya keluar dan dipastikan bakteri atau bahan berbahaya apa yang terkandung di dalamnya.
"Sampel sudah dibawa ke Labkesda Jabar di Bandung. Tinggal menunggu hasil labnya untuk memastikan apa penyebab kedua orang itu meninggal setelah mengkonsumsi nasi tutug oncom atau penyebab lain," kata Asep.