عُوۡا ثُبُوۡرًا = Ada dua hukum. Pertama, Mad Thobi'i karena ada huruf wawu di dhommah. Kedua, Mad Iwad karena huruf alif di tanwin fathah, kemudian bacaannya diwakafkan atau berhenti. Kedua hukum tersebut dibaca panjang 1 alif atau 2 harakat.
وَّيَصۡلٰى سَعِيۡرًا ؕ
Wa yaslaa sa'iiraa
Artinya: Dan dia akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka).
وَّيَصۡلٰى سَعِيۡرًا ؕ = Terdapat dua hukum Mad, yakni Mad Thobi'i dan Mad Iwadh. Mad Thobi'i karena ada fathah berdiri dan ada huruf ya dikasroh. Mad Iwad karena ada huruf alif di tanwin fathah dan bacaannya berhenti atau waqaf. Kedua hukum tersebut dibaca panjang 1 alif atau 2 harakat.
اِنَّهٗ كَانَ فِىۡۤ اَهۡلِهٖ مَسۡرُوۡرًا
Innahuu kaana fiii ahlihii masruuraa
Artinya: Sungguh, dia dahulu (di dunia) bergembira di kalangan keluarganya (yang sama-sama kafir).
اِنَّهٗ = Ada dua hukum, yakni Gunnah dan Mad Shilah Qashirah. Ghunnah karena ada huruf nun ditasydid, cara membacanya harus didengungkan antara 2-3 harakat. Sedangkan Mad Shilah Qashirah karena ada Ha Dhamir berharakat dhammah terbalik dan di depannya tidak ada huruf hamzah atau alif, cara bacanya panjang 1 alif atau 2 harakat.
فِىۡۤ اَهۡلِهٖ = Ada dua hukum yakni Mad Jaiz Munfashil dan Mad Shilah Qashirah. Mad Jaiz Munfasil terjadi karena ada mad asli menghadapi huruf alif pada kata yang lain. Panjangnya adalah 2-5 harakat.