Menurutnya, banjir terjadi karena air kiriman dari wilayah atas dan pasar, yang lokasinya lebih tinggi dari jalan. Akibatnya saluran air yang ada tidak mampu menampung debit air yang tiba-tiba naik, sehingga air meluber dan menggenang jalan di depan
pasar.
"Saluran airnya banyak tersumbat sampah, jadi banjir. Tapi biasanya tidak lama surut lagi," ujarnya.
Warga lainnya, Yandri menyebutkan, banjir di sekitaran Pasar Panorama Lembang jadi rutinitas tatkala hujan deras mengguyur. Tak cuma pengendara, para pemilik toko di sekitaran Pasar Panorama juga terdampak langsung.
"Rata-rata air banjirnya masuk ke bangunan toko, apalagi yang posisinya rendah. Kalau gini terus setiap turun hujan deras, kasihan juga," kata dia.