Aang menuturkan, saat ditemukan warga di kawasan pantai Desa Mekarsari, jasad tersebut memang sudah dalam kondisi memprihatinkan. Bagian tubuhnya sudah tak utuh lagi. "Keluarga tetap yakin bahwa itu jasad dari Abdul Fatah," ujarnya.
Untuk memastikan jasad itu adalah Abdul Fatah, tutur Aang, keluarga langsung berangkat ke Cianjur. Jasad Abdul Fatah akan dibawa pulang ke kampung halaman di Desa Hanjuang, Kecamatan Bungbulang, Garut.
Sementara itu, Kapolres Garut AKBP Wirdhanto Hadicaksono mengatakan, jasad yang ditemukan di Cianjur itu diduga Abdul Fatah. Selain keyakinan keluarga korban, indikasi kuat jasad itu Abdul Fatah juga didasarkan barang-barang yang ditemukan.
"Di saku celana yang masih melekat pada tubuh korban, ditemukan sejumlah barang yang memang dipastikan oleh pihak keluarga milik korban. Barang tersebut di antaranya sebuah ponsel yang di bagian belakangnya ada stiker SMK Nurul Uyun, Kecamatan Bungbulang, tempat korban bersekolah," kata Kapolres Garut.
Selain ponsel, ujar AKBP Wirdhanto Hadicaksono, di saku celana korban juga ditemukan sebuah kartu ATM yang juga diyakini milik korban. Untuk memastikannya, petugas sudah meminta pihak bank mengecek identitas pemilikan kartu ATM tersebut. Hasilnya, pemilik ATM itu adalah ibu korban.
"Jika keluarga ingin dilakukan autopsi untuk memastikan penyebab dan cara kematian, serta untuk mengetahui penyakit atau cedera yang mungkin terjadi pada korban, kami akan melakukannya (autopsi). Namun jika keluarga tak mau, autopsi tidak akan dilakukan," ujar AKBP Wirdhanto Hadicaksono.