Menurutnya, kematian ikan secara massal itu diduga berkaitan dengan adanya pencemaran limbah yang masuk ke aliran irigasi. Dugaan tersebut muncul karena kondisi air saat kejadian dinilai berbeda dibanding biasanya.
“Bau airnya agak beda. Kalau kondisi air normal biasanya ikan tidak sampai mati sebanyak ini. Kami berharap segera dicek supaya ketahuan penyebab pastinya,” katanya.
Gudel mengaku khawatir apabila dugaan pencemaran benar terjadi. Pasalnya, aliran irigasi tersebut selama ini dimanfaatkan masyarakat untuk berbagai aktivitas, termasuk kebutuhan pertanian.
“Kalau memang ada pencemaran, jangan sampai dibiarkan. Takutnya berpengaruh ke sawah atau warga yang masih pakai air ini,” ucapnya.
Peristiwa kematian massal ikan tersebut kini menjadi perhatian pemerintah daerah dan instansi terkait. Tim gabungan Satgas Citarum Harum Sektor 10 bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Karawang langsung turun ke lapangan untuk melakukan pemeriksaan.