Ajeng Tanjung Sari, warga Desa Ciluncat mengatakan, warga resah tapi tidak bisa berbuat banyak dengan kondisi ini. Namun, untuk mencegah penyakit, warga tak mengizinkan kuncing liar masuk ke dalam rumah.
"Mau bagimana lagi. Kucing dari berbagai wilayah dibuang ke sini. Yang penting tidak masuk ke dalam rumah," kata Ajeng.
Ajeng menyatakan, warga Desa Ciluncat berharap ada perhatian dari dinas terkait agar keberadaan kucing liar segera ditertibkan sebelum wabah penyakit penyakit menjangkiti penduduk.
Tak jarang kucing merusak kaca, cat mobil, dan jok motor. "Akibat banyak kucing liar, lingkungan jadi kotor. Bau tak sedap dari urine dan kotorannya menumpuk di mana-mana," ujar Ajeng.