Nugroho menekankan pentingnya prosedur pengambilan meteorit agar keasliannya tidak rusak.
“Semakin cepat mengambil sampel dari masa jatuhnya itu semakin baik, karena kalau sudah lama meteorit bercampur tanah dan lapuk, keasliannya akan berkurang,” katanya.
Dia menjelaskan, Antartika menjadi lokasi terbaik untuk menemukan meteorit, karena warna gelap batuan kontras dengan hamparan salju putih sehingga mudah diidentifikasi dan relatif terjaga keasliannya.
Lebih lanjut, Nugroho mengungkapkan meteorit mengandung senyawa organik penting seperti asam amino, yang menjadi dasar pembentukan kehidupan. Namun, kandungan ini sering hilang karena suhu tinggi saat meteorit memasuki atmosfer bumi.
“Jika meteorit memiliki pori untuk menyimpan asam amino, dia akan lebih aman. Tapi kalau tidak berpori, maka asam amino di bagian luar bisa habis terkikis sebelum jatuh ke bumi,” ucapnya.