Harga Cabai Mahal tetapi Petani di Lembang KBB Tidak Untung, Ini Penyebabnya

Adi Haryanto
Tanaman cabai diserang hama patek saat harganya mahal. (foto: iNews.id)

"Serangan hamanya parah, langsung tembus ke akar. Sudah dicoba dengan perawatan ekstra dan disemprot pestisida, tapi tetap saja hamanya sulit dibasmi," ujarnya.

Imbasnya produksi cabai juga terus merosot sehingga berpengaruh terhadap volume penjualan ke pasar. Selain itu petani juga diresahkan ancaman pencurian tamanannya. Pencuri bukan hanya mengincar cabai siap panen, buah yang terserang patek juga rawan dicuri karena laku dijual.

"Di sini termasuk rawan pencurian karena kan lahan perkebunannya luas.  Apalagi sekarang harga cabai rawit masih tinggi, jadi banyak yang nyari," tutur Wawang.

Editor : Agus Warsudi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Ssst! Dulu Ada Kebun Kokain Seluas 200 Hektare di Citembong Cipeundeuy KBB, Ini Buktinya

57 tahun lalu

Pemda KBB Diminta Tidak Mundur sebagai Tuan Rumah Porprov XIV Jabar 2022

57 tahun lalu

Tebing 6 Meter Longsor, Rumah Warga di Ngamprah KBB Rusak Parah, Penghuni Selamat

57 tahun lalu

Pemerah Susu Sapi di Lembang KBB Meninggal gegara Terpeleset lalu Tertimpa Motor

57 tahun lalu

Pemda KBB Tunggu Salinan Putusan Mahkamah Agung Cabut Hak Politik Aa Umbara

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal