"Serangan hamanya parah, langsung tembus ke akar. Sudah dicoba dengan perawatan ekstra dan disemprot pestisida, tapi tetap saja hamanya sulit dibasmi," ujarnya.
Imbasnya produksi cabai juga terus merosot sehingga berpengaruh terhadap volume penjualan ke pasar. Selain itu petani juga diresahkan ancaman pencurian tamanannya. Pencuri bukan hanya mengincar cabai siap panen, buah yang terserang patek juga rawan dicuri karena laku dijual.
"Di sini termasuk rawan pencurian karena kan lahan perkebunannya luas. Apalagi sekarang harga cabai rawit masih tinggi, jadi banyak yang nyari," tutur Wawang.