Herawanto mengatakan, dengan perkembangan teknologi, digitalisasi keuangan syariah harus bisa mengikuti. Karena, berbicara ekonomi keuangan syariah maka akan mengarah pada bidang bisnis skala besar dan kecil.
Karena itu,, ekonomi keuangan syariah harus menggunakan digitalisasi. Selain itu, ada satu hal yang sangat penting dikampanyekan. Yakni, potensi ekonomi syariah kebermanfaatan untuk semua tidak memandang SARA. Ini penting sekali krn ada yg melihat ekonomi syariah untuk agama tertentu.
Perkembangan ekonomi syariah, harus ditekankan pada fungsi rahmatan lil alamin. Serta, perlu mengembangkan inklusivitas dan fungsi suitability. Pengembangan peradaban, harus tak lekang oleh waktu dan dinamis mengikuti perkembangan zaman. "Ekonomi syariah harus jadi alternatif ekonomi yang efisien dan efektif," katanya.
"Salah satu indikator pertumbuhan positif ekonomi syariah di Jabar adalah penyaluran pembiayaan. Yakni, pada kuartal 1 sebesar 13,19 persen, Kuartal 2 sebesar 15,5 persen dan kuartal 3 sebesar 15,7 persen," ucap Herawanto.