"Kita produsen padi yang dikonsumsi hanya dua per tiganya oleh Jawa Barat, sisanya kita ekspor dan jual ke mana-mana karena benih dan bibit yang baik ini menghasilkan padi berkualitas dan panen berlimpah," ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, dilaksanakan pula pelepasan benih padi oleh Kang Emil dengan tujuan Provinsi Jawa Tengah, termasuk pelepasan benih padi bantuan untuk kabupaten/kota di Jabar.
Selain itu, Kang Emil juga melakukan panen raya benih secara simbolis di areal Penangkaran Benih Koperasi Tabur Benih Melati seluas 250 hektare.
Adapun varietas yang dipanen adalah Inpari 49 Jembar seluas 5 hektare. Inpari 49 Jembar sendiri merupakan varietas unggul baru untuk menggantikan varietas padi sebelumnya.
Varietas ini juga merupakan hasil persilangan antara Ciherang dengan IRBB50 dengan sejumlah keunggulan, yaitu umur genjah, tahan terhadap wereng batang cokelat, rasa nasi pulen, dan hasil mencapai 9,57 ton per hektare.
Adapun benih padi yang diproduksi di areal Penangkaran Benih Koperasi Tabur Benih Melati di antaranya Ciherang, Mekongga, Inpari 32, Inpari 33, Inpari 42, Inpari 48, dan Inpari 49 untuk memenuhi kebutuhan benih di Jabar maupun provinsi lain di Indonesia.